Aktivitas penambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyebabkan degradasi lahan pascatambang yang ditandai oleh rendahnya kesuburan tanah dan ketersediaan fosfor. Pemanfaatan bakteri pelarut fosfat yang berasosiasi dengan rhizosfer tumbuhan kedebik (Melastoma malabathricum L.), salah satu tumbuhan pionir di lahan bekas tambang timah, berpotensi meningkatkan ketersediaan fosfor dan mendukung revegetasi lahan pascatambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji potensi bakteri pelarut fosfat dari rhizosfer tanaman kedebik di lahan pasca tambang timah di Bangka. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel tanah secara purposive, inokulasi bakteri melalui media Pikovskaya, serta pengamatan makroskopis dan mikroskopis terhadap isolat bakteri. Terdapat empat isolat bakteri yang memiliki area zona bening terbesar dengan karakter yang berbeda-beda. Keempat isolat bakteri tersebut diberi kode yakni ISB 1, ISB 2, ISB 3 dan ISB 4. Hasil karakteristik dan uji biokimia kemungkinan bakteri pelarut fosfat dari rhizosfer tumbuhan Kedebik termasuk genus Actinomycetes. Pengujian kualitatif menunjukkan bahwa isolat bakteri mampu membentuk zona bening sebagai indikator kemampuan melarutkan fosfat, dengan variasi kemampuan pelarutan yang berbeda-beda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bakteri pelarut fosfat dari rhizosfer tanaman kedebik memiliki potensi sebagai agen biofertilizer alami dalam rehabilitasi lahan pasca tambang timah yang mengalami kerusakan dan kekurangan unsur hara fosfor, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Copyrights © 2026