Ekonomi biru merupakan pendekatan pembangunan daerah pesisir yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menjaga kelestarian ekosistem. Kecamatan Sinjai Timur, dengan garis pantai panjang dan sumber daya laut yang kaya, memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi biru guna mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan. Namun, pola kerja nelayan yang masih tradisional, rendahnya nilai tukar hasil tangkapan, serta terbatasnya teknologi dan akses pasar membuat tingkat produktivitas dan taraf hidup nelayan belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi biru dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kecamatan Sinjai Timur, dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu ekonomi biru sebagai strategi pembangunan daerah, perannya dalam peningkatan nilai ekonomi dan diversifikasi usaha nelayan, serta pentingnya kolaborasi pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ekonomi biru dapat mendorong nelayan keluar dari pola kerja subsisten, memungkinkan diversifikasi usaha, serta memberi nilai ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Kesimpulannya, ekonomi biru dapat dijadikan fokus prioritas dalam pembangunan daerah pesisir, dengan pelibatan aktif nelayan, dukungan kebijakan daerah, dan kerja sama berbagai pihak terkait guna mewujudkan daerah pesisir yang inklusif, sejahtera, dan lestari.
Copyrights © 2026