Pemilihan jenis pondasi dalam proyek konstruksi sangat mempengaruhi aspek teknis dan biaya. Penelitian ini bertujuan membandingkan daya dukung dan biaya konstruksi antara pondasi bore pile dan tiang pancang pada Proyek Pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi Surakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer berupa hasil uji N-SPT dan data sekunder berupa harga satuan material dan upah tenaga kerja berdasarkan AHSP Surakarta 2024. Perhitungan daya dukung menggunakan metode Reese & Wright (1977) untuk bore pile dan metode US Army Corps untuk tiang pancang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pondasi dengan diameter 600 mm dan kedalaman 11 m memiliki daya dukung izin (Qa) yang sama, yaitu 1702,966 kN per tiang. Namun, dari segi biaya, pondasi tiang pancang lebih ekonomis dengan total biaya Rp40.375.496 dibandingkan bore pile Rp48.303.664, sehingga terjadi selisih biaya sebesar Rp7.928.168 atau 19,64%. Meskipun lebih mahal, bore pile memiliki keunggulan dalam hal minim getaran, kebisingan rendah, dan fleksibilitas pelaksanaan pada kondisi tanah keras.
Copyrights © 2026