Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen Fraud Triangle Theory terhadap financial statement fraud pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Isu financial statement fraud menjadi penting untuk dikaji karena kecurangan dalam pelaporan keuangan dapat menurunkan kredibilitas perusahaan, merugikan pemangku kepentingan, serta melemahkan kepercayaan publik terhadap tata kelola perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik sampel jenuh, sehingga seluruh 30 perusahaan BUMN dijadikan objek penelitian, dengan total 150 observasi. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi data panel. Berdasarkan hasil pengujian model, estimasi regresi yang digunakan adalah Random Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pressure dan opportunity berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial statement fraud, sedangkan rationalization tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan untuk mencapai kinerja keuangan tertentu serta adanya peluang akibat kelemahan pengawasan dan pengendalian internal merupakan faktor yang lebih dominan dalam mendorong terjadinya kecurangan laporan keuangan. Dengan demikian, penguatan sistem pengendalian internal, peningkatan efektivitas pengawasan, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko financial statement fraud pada perusahaan BUMN.
Copyrights © 2026