Kemajuan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat sama-sama didukung oleh berbagai sektor industri penting, dan sektor healthcare tidak terkecuali. Melonjaknya tren gaya hidup sehat, meningkatnya kesadaran akan kesehatan, serta regulasi pemerintah yang mendorong investasi di bidang layanan kesehatan merupakan faktor utama yang menggerakkan industri ini ke depan. Sebagai akibat dari beragam faktor tersebut, nilai perusahaan telah menjadi tolok ukur penting untuk mengevaluasi kesuksesan dan potensi masa depan suatu perusahaan di pasar modal. Beragam perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia di sektor healthcare dari tahun 2020 hingga 2025 akan menjadi fokus studi ini, yang bertujuan untuk menilai pengaruh kebijakan dividen, pengelolaan aset, dan kebijakan pembiayaan terhadap nilai perusahaan. PBV ialah ukuran nilai perusahaan, DPR mengukur kebijakan dividen, TATO mengukur manajemen aset, serta DER mengukur kebijakan pembiayaan. Metodologi kuantitatif yang menggabungkan teknik deskriptif dan konfirmatif dipergunakan dalam studi ini. Tujuh belas perusahaan dipilih secara acak mempergunakan teknik sampling purposif untuk studi ini. Penulis mempergunakan regresi data panel untuk menganalisis informasi yang dikumpulkan dari laporan keuangan dan laporan tahunan yang mencakup periode tahun 2020–2025. Temuan memperlihatkan bahwasanya ketiga kebijakan tersebut, yaitu kebijakan dividen, pengelolaan aset, dan kebijakan pembiayaan, secara signifikan memengaruhi nilai perusahaan jika dipertimbangkan secara bersama-sama. Meskipun Kebijakan Pembiayaan berdampak positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan, Kebijakan Dividen dan Pengelolaan Aset hanya berdampak sedikit. Perusahaan, investor, dan peneliti di masa depan mungkin dapat mengacu pada hasil ini sebagai bukti bahwa strategi keuangan memainkan peran yang lebih signifikan dalam meningkatkan nilai perusahaan.
Copyrights © 2026