Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Fabaceae yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan secara komersial karena mudah dibudidayakan dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Namun, peningkatan jumlah penduduk belum diimbangi dengan produksi buncis nasional yang justru mengalami penurunan sebesar 5,59% pada tahun 2024. Upaya peningkatan produksi buncis dapat dilakukan melalui pengembangan buncis tipe tegak dengan varietas unggul melalui program seleksi. Pendekatan analisis korelasi dan regresi antara hasil dan komponen hasil diperlukan untuk menentukan karakter seleksi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan antara komponen hasil dengan hasil serta pengaruh komponen hasil terhadap hasil tanaman buncis tipe tegak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli–September 2025 di Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian menggunakan empat genotipe buncis dan dua varietas pembanding yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap 11 karakter kuantitatif meliputi karakter pertumbuhan, komponen hasil, dan hasil. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi dan regresi linier berganda dengan bantuan Microsoft Excel dan software RStudio versi 4.5.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter jumlah polong, diameter polong, dan panjang polong memiliki korelasi nyata hingga sangat nyata dengan arah hubungan positif terhadap hasil panen (ton/ha). Karakter tersebut juga menunjukkan hubungan kuat hingga sangat kuat terhadap bobot polong segar per tanaman. Analisis regresi linier berganda mengindikasikan bahwa jumlah polong dan diameter polong merupakan faktor utama yang memengaruhi variasi hasil, sehingga berpotensi digunakan sebagai kriteria seleksi dalam pemuliaan buncis tipe tegak.
Copyrights © 2026