Nelayan skala kecil di Indonesia masih menghadapi kemiskinan struktural yang berkaitan dengan ketimpangan akses terhadap pasar, pembiayaan, informasi, teknologi, dan kelembagaan ekonomi. Peningkatan produksi perikanan tangkap nasional belum selalu diikuti oleh peningkatan kesejahteraan nelayan karena manfaat ekonomi dalam rantai nilai perikanan tidak terdistribusi secara merata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakberdayaan nelayan kecil secara struktural, mengevaluasi keterbatasan kelembagaan ekonomi nelayan, dan merumuskan strategi pemberdayaan melalui koperasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan analisis data sekunder. Data diperoleh dari dokumen Badan Pusat Statistik, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koperasi dan UKM, serta literatur ilmiah terkait. Analisis dilakukan melalui identifikasi isu, sintesis data sekunder, triangulasi tematik, dan formulasi strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakberdayaan nelayan kecil dipengaruhi oleh lemahnya posisi tawar dalam rantai nilai, ketergantungan terhadap perantara pasar dan pembiayaan informal, serta belum optimalnya fungsi koperasi nelayan. Koperasi digital dapat menjadi strategi pemberdayaan yang memperkuat pencatatan transaksi, transparansi kelembagaan, akses informasi harga, pemasaran hasil tangkapan, dan hubungan dengan lembaga pembiayaan formal. Namun, keberhasilannya membutuhkan literasi digital, tata kelola koperasi, kepercayaan anggota, infrastruktur digital, pendampingan, dan dukungan kebijakan yang konsisten.
Copyrights © 2026