Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi belis dalam adat perkawinan. Fokus penelitian ini meliputi identifikasikan, pengukuran, pengelaloaan, dan pengkomunikasian akuntansi belis dalam Adat Perkawinan dan menjelaskan makna tradisi belis dalam upacara perkawinan masyarakat Hewokloang. Metode yang digunakan adalah desktriptif kualitatif melalui wawancara yang mendalam terhadap masyarakat adat sebagai informan. Praktik ini sejalan dengan fenomologi yang menjelaskan tentang pengalaman praktif, pengalaman subjektif, serta kondisi-kondisi sosial dari pengalaman tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktik belis dalam adat perkawinan masyarakat Sikka-Krowe di Desa Hewokloang tidak hanya memiliki makna budaya, sosial, dan simbolik tetapi juga mengandung dimensi ekonomi yang dapat dianalis melalui pendekatan akuntansi. Beberapa tahapan belis menunjukan adanya proses pengidentifikasian, pengukuran, pengelaloaan, dan pengkomunikasian dengan demikian terbukti penting dalam hal proses pencatatan belis yang lebih terarah dan keberlanjutan.
Copyrights © 2026