Perairan Arafura merupakan salah satu wilayah penangkapan utama cumi-cumi (Loligo sp.) di Indonesia dengan kontribusi penting terhadap produksi perikanan tangkap nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pengoperasian pancing ulur cumi serta menganalisis jenis dan jumlah hasil tangkapan pada KM. Bandar Nelayan 118 yang berbasis di Pelabuhan Benoa, Bali. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–November 2023 melalui observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan nakhoda dan anak buah kapal, serta dokumentasi kegiatan penangkapan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian pancing ulur cumi dilakukan pada malam hari dengan bantuan lampu metal halide 2000 watt, menggunakan empat teknik utama, yaitu pancing dasaran (ahe-ahe), pancing pertengahan (kocokan), pancing permukaan (lemparan), dan pancing sate. Alat tangkap bersifat selektif dan hanya menangkap cumi Loligo sp. tanpa hasil tangkapan sampingan. Total hasil tangkapan selama penelitian mencapai ±9.902 kg, dengan fluktuasi harian yang dipengaruhi oleh arus, teknik memainkan umpan, warna umpan, dan penentuan daerah penangkapan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pancing ulur cumi pada KM. Bandar Nelayan 118 efektif, selektif, dan berpotensi mendukung kegiatan perikanan tangkap yang berkelanjutan di Perairan Arafura.
Copyrights © 2026