Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, memetakan posisi strategis, serta merumuskan dan menentukan prioritas strategi pengembangan usaha pengolahan ikan kering di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan matriks IFE dan EFE, analisis SWOT, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Responden berjumlah 16 orang yang dipilih secara purposive sampling, meliputi pelaku usaha, dinas perikanan, dinas koperasi dan UMKM, serta konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dominan adalah pengalaman pelaku usaha (skor 5,67) dan kualitas bahan baku (skor 5,50), sedangkan kelemahan utama adalah keterbatasan akses modal (skor 3,00). Total skor IFE sebesar 4,72 dan EFE sebesar 3,79 menempatkan usaha pada Kuadran I diagram SWOT (koordinat 2,76; 1,09), menandakan posisi agresif. Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas pertama adalah mengembangkan variasi produk berbasis pengalaman lokal (TAS = 5,79), diikuti pemanfaatan bantuan pemerintah untuk modernisasi alat produksi (TAS = 5,54), peningkatan volume dan perluasan pasar (TAS = 5,25), kemitraan dengan pemerintah (TAS = 5,22), dan peningkatan kualitas produk untuk penetrasi pasar (TAS = 5,04).
Copyrights © 2026