Ketersediaan pakan yang optimal merupakan faktor fundamental dalam mendukung keberhasilan pemeliharaan benih ikan kakap putih (Lates calcarifer). Kombinasi penggunaan pakan buatan, pakan alami, dan pakan tambahan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ikan, namun tingginya biaya pakan buatan sering kali menjadi hambatan bagi efisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian berbagai jenis pakan tambahan terhadap pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan benih ikan kakap putih. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2024 di Keramba Jaring Apung (KJA) Perairan Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu ikan rucah campuran (P1), cumi-cumi (P2), cacing laut (P3), dan udang rebon (P4), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, tingkat kelulushidupan, dan kualitas air pada wadah budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (ikan rucah campuran) menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan bobot mutlak rata-rata 2,42 g dan panjang mutlak rata-rata 5,76 cm, serta tingkat kelulushidupan yang optimal. Kesimpulannya, ikan rucah campuran dapat menjadi alternatif pakan tambahan yang efektif untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan benih ikan kakap putih, sekaligus mendukung efisiensi biaya pakan dalam sistem budidaya.
Copyrights © 2026