Stunting adalah kondisi balita mengalami kekurangan asupan zat gizi dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga anak mengalami gangguan pertumbuhan yaitu tinggi badan lebih pendek dari standar usia. Berdasarkan data SSGI tahun 2024 prevalensi balita stunting nasional turun ke 19,8% dari 21,5% di tahun 2023. Berdasarkan data SSGI tahun 2024 prevalensi balita stunting provinsi Sulawesi Selatan yaitu 23,3% serta prevalensi balita stunting kota Makassar yaitu 22,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sensorik (rasa, warna, aroma dan tekstur) dan kandungan protein dan zat besi Rolade Ikan, Kacang Merah (RIKaMe) sebagai alternatif lauk hewani untuk mencegah stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan dengan tiga taraf perlakuan yaitu (F1) kacang merah 5%, (F2) kacang merah 10%, (F3) kacang merah 15%. Sampel penelitian terdiri atas 50 panelis agak terlatih yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data daya terima dikumpulkan menggunakan uji hedonik terhadap parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa, kemudian dianalisis menggunakan Uji Friedman dengan tingkat kepercayaan 95%. Kandungan gizi dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat dengan metode Duplo. Hasil uji Friedman menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kesukaan panelis pada tiap parameter karena diperoleh seluruh nilai p >0,05. Formula F3 memperoleh nilai mean rank tertinggi pada seluruh parameter organoleptik. Kandungan gizi perporsi formula F3 yaitu protein 14,06 gram pada sampel 1 dan 13,75 gram pada sampel 2, sedangkan zat besi 12,40 mg pada sampe 1 dan 14,62 mg pada sampel 2. Rolade Ikan Kacang Merah memiliki daya terima yang baik dan berpotensi dikembangkan sebagai lauk hewani bergizi bagi balita.
Copyrights © 2026