Penghambatan enzim -amilase dan -glukosidase merupakan strategi terapi utama dalam mengurangi hiperglikemia postprandial pada diabetes melitus tipe 2. Syzygium cumini (Jamblang), tanaman dari famili Myrtaceae, mengandung beragam senyawa bioaktif termasuk flavonoid, asam fenolat, tanin, dan alkaloid yang menunjukkan potensi penghambatan enzim yang signifikan. Ulasan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi secara sistematis mekanisme penghambatan -amilase dan -glukosidase oleh ekstrak Syzygium cumini, serta menilai potensinya sebagai agen antihiperglikemik alami. Penelusuran sistematis dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci Syzygium cumini, alpha-amilase, dan alpha-glukosidase. Dari 64 artikel yang ditemukan, 58 dieliminasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 6 artikel terpilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa senyawa gallic acid, ellagic acid, catechin, quercetin, dan myricetin mampu menghambat kedua enzim melalui mekanisme yang bervariasi. Hambatan ekstrak ini tercatat lebih selektif terhadap -glukosidase, dengan nilai yang sebanding atau lebih kuat dari acarbose sebagai obat pembanding. Selain itu, studi in vivo membuktikan bahwa ekstrak S. cumini memberikan manfaat tambahan berupa peningkatan ekspresi GLUT-4 dan perlindungan jaringan dari stres oksidatif (penurunan peroksidasi lipid). Temuan ini mendukung potensi terapeutik Syzygium cumini sebagai agen antihiperglikemik alami komprehensif dengan profil keamanan yang menjanjikan
Copyrights © 2026