Jemaah haji dengan riwayat sindrom koroner akut (ACS) menghadapi peningkatan risiko kekambuhan karena aktivitas fisik yang ekstrem dan paparan panas. Telekardiologi menawarkan pemantauan jarak jauh untuk menjaga stabilitas klinis selama ibadah haji. Tinjauan naratif ini mensintesis publikasi tentang intervensi telekardiologi pasca-ACS pada populasi yang sangat mobile. Tinjauan ini mengevaluasi hasil seperti rawat inap ulang, kejadian kardiovaskular, kepatuhan pengobatan, dan penentu implementasi seperti literasi digital dan konektivitas. Telemonitoring dan telekonsultasi meningkatkan deteksi dini gejala, meningkatkan pengendalian faktor risiko, dan mengurangi rawat inap ulang. Rehabilitasi jantung digital menggunakan perangkat yang dapat dikenakan dan EKG seluler meningkatkan aksesibilitas dan mempercepat triase cepat. Dalam konteks haji, layanan ini mengoptimalkan titrasi obat dan penyesuaian hidrasi. Namun, implementasi yang sukses membutuhkan SOP spesifik konteks, infrastruktur yang andal, integrasi data yang aman, dan strategi untuk menjembatani kesenjangan literasi digital. Telekardiologi terintegrasi dapat mengurangi rawat inap ulang dan meningkatkan hasil klinis bagi jemaah pasca-ACS. Studi perbandingan prospektif selama musim Haji diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas biaya dan menyempurnakan protokol rujukan lintas batas.
Copyrights © 2026