Jurnal Teknik Kimia
Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA

APLIKASI TEKNOLOGI BIOREFINERY LIMBAH AMPAS TEBU DALAM PEMBUATAN GULA PEREDUKSI SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI BARU TERBARUKAN

Fadian Farisan Silmi (Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Lampung)
Sri Rahayu Widyaningrum (Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Lampung)
Dedi Teguh (Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Lampung)
Inka Christin (Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Lampung)
I Ketut Buyut Suratnata (Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Lampung)
Nadinda Siti Rosyidah (Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Lampung)
Resa Nurvia (Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Lampung)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi operasi mengetahui kondisi operasi biorefinery terbaik yang menghasilkan kadar gula yang tinggi dari ampas tebu pada proses hidrolisis enzimatik dimana diawali dengan pretreatment berbasis basa dengan bantuan gelombang mikro. Biorefinery limbah ampas tebu dimulai dengan perlakuan pretreatment limbah ampas tebu kering yang dikecilkan ukurannya hingga 80 mesh, kemudian dilakukan delignifikasi menggunakan NaOH 3M dan surfaktan Tween80 dengan bantuan microwave 600W selama 40 menit. Dilanjutkan dengan hidrolisis enzimatik dengan enzim CellicTech3-HS. Variabel yang divariasikan adalah volume enzim (2%, 3%, dan 4%) dan waktu hidrolisis (24 jam, 72 jam, dan 120 jam), sedangkan variabel yang diamati adalah kadar lignoselulosa, kadar gula pereduksi total setelah proses hidrolisis enzimatik dan yield serta densitas bioetanol. Proses pretreatment alkali menggunakan NaOH 3 M sebanyak 250 mL dengan 10 gr ampas tebu dapat menurunkan kadar lignin dari 30,7% menjadi 12,9% serta dapat menaikkan kadar selulosa dari 15% menjadi 61%. Kadar gula reduksi tertinggi pada variasi konsentrasi enzim 4% selama 120 jam mendapatkan 5,55 g/L dengan % Brix sebesar 7,3%. Semakin tinggi konsentrasi enzim dan lama waktu hidrolisis maka semakin besar kadar gula reduksi yang didapatkan

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jurnaltekkim

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Chemistry Control & Systems Engineering

Description

Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal ...