Jurnal Teknik Kimia
Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA

PEMBUATAN BIOCHAR BERBAHAN LIMBAH BIOGAS

Rahmat Yanuar Adi (Teknik Kimia, Fakultas Teknik & Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Gunung Anyar 60294)
Mayra Salsabila Zain (Teknik Kimia, Fakultas Teknik & Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Gunung Anyar 60294)
Caecilia Pujiastuti (Teknik Kimia, Fakultas Teknik & Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Gunung Anyar 60294)
Ely Kurniati (Teknik Kimia, Fakultas Teknik & Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Gunung Anyar 60294)
Silvana Dwi Nurherdiana (Teknik Kimia, Fakultas Teknik & Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Gunung Anyar 60294)



Article Info

Publish Date
21 Jun 2026

Abstract

Limbah biogas masih jarang dimanfaatkan sebagai produk yang memiliki nilai jual tinggi. Limbah biogas memiliki kandungan senyawa organik seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Sehingga, selulosa yang terdapat pada limbah biogas berpotensi sebagai bahan baku pembuatan biochar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan biochar yang sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) dari limbah biogas dengan menggunakan metode priolisis. Limbah biogas yang digunakan didapatkan dari PT. Energi Agro Nusantara. Pada penelitian ini dilakukan dengan variasi waktu pirolisis (30 menit, 35 menit, 40 menit, 45 menit, 50 menit) dan berat bahan (250 gram, 300 gram, 350 gram, 400 gram, 450 gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu pirolisis dan berat bahan baku berpengaruh terhadap karakteristik biochar yang dihasilkan. Semakin lama waktu pirolisis cenderung menurunkan kadar air dan kadar zat menguap serta meningkatkan kadar karbon biochar. Dari hasil penelitian didapatkan biochar terbaik pada kondisi waktu pirolisis 50 menit dan berat bahan 250 gram dengan kadar air sebesar 1,3%; kadar abu sebesa 2,725%; kadar zat menguap sebesar 39,2%; dan kadar karbon 56,775%. Biochar yang dihasilkan tidak memenuhi SNI dimana menurut SNI 06-3730-1995 kadar karbon minimal 65%, kadar zat menguap maksimal 25%, kadar abu maksimal 15%, dan kadar air maksimal 10%. Biochar pada kondisi terbaik dilakukan uji SEM untuk mengetahui karakteristik morfologi biochar serta uji XRD untuk mengetahui struktur kristal dari biochar. Hasil uji SEM menunjukkan biochar memiliki morfologi yang padat dengan tekstur berserat serta uji XRD menunjukkan pola difraksi puncak yang tajam pada sudut 2θ sekitar 26–27° yang menunjukan dominan fase kristalin.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jurnaltekkim

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Chemistry Control & Systems Engineering

Description

Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal ...