Bahasa sebagai produk budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mempresentasikan cara pandang dan nilai-nilai sosial suatu komunitas melalui penggunaan kosakata tertentu. Hal ini tampak pada masyarakat adat Donggo Kabupaten Bima yang memiliki kekayaan leksikon dalam adat pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk leksikon yang digunakan dalam adat pernikahan Donggo serta menjelaskan makna leksikal dan makna kultural yang melekat pada leksikon tersebut. Data penelitian berupa kosakata bahasa Bima yang digunakan dalam setiap tahapan prosesi pernikahan adat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Antropolinguistik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa leksikon yang digunakan dalam adat pernikahan Donggo di Kabupaten Bima dapat diklasifikasikan ke dalam tiga ketegori, yaitu nomina, verba, dan adjektiva. Rangkaian adat pernikahan Donggo terdiri atas tiga tahapan, meliputi pra pernikahan, pelaksanaan pernikahan, dan pasca pernikahan. Pada setiap tahapan tersebut turut dibahas sistem kekerabatan, benda-benda yang digunakan, serta jenis makanan yang disajikan dalam prosesi pernikahan. Dari sisi aspek makna, makna leksikal ditemukan pada seluruh leksikon yang muncul dalam rangkaian pernikahan, sedangkan makna kultural terdapat pada setiap tahapan prosesi, sistem kekerabatan, benda-benda yang digunakan, dan jenis makanan yang disajikan dalam pernikahan tersebut.
Copyrights © 2026