ABSTRAKPenelitian ini menganalisis konflik internal dan eksternal yang dialami oleh para tokoh dalam kumpulan cerita rakyat Kalimantan Barat, dengan fokus pada representasi dinamika psikologis. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan psikologi sastra, studi ini menerapkan teori psikoanalisis Sigmund Freud (Id, Ego, dan Superego) sebagai kerangka analisis. Sumber data berasal dari lima cerita rakyat, termasuk "Burung Arue dan Burung Talakot" serta cerita turunannya. Temuan menunjukkan bahwa konflik tokoh utamanya adalah pergulatan antara dorongan primitif (Id), tuntutan moral (Superego), dan upaya penyeimbang dari Ego. Karakter anak-anak yang awalnya dikuasai Id (lalai) bertransformasi setelah mengalami Superego yang menghukum, sementara Raja Tunggal menunjukkan Ego yang matang setelah menyadari kelalaiannya. Artikel ini menyimpulkan bahwa cerita rakyat berfungsi sebagai media transmisi nilai moral dan pemahaman mendalam tentang sifat dasar manusia dan resolusi konflik, yang relevan untuk pendidikan karakter.Kata Kunci: Dinamika Psikologis, Konflik, Cerita Rakyat
Copyrights © 2026