Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi sistem antrean pelayanan farmasi pada Puskesmas Bojonegoro menggunakan pendekatan simulasi Monte Carlo dan discrete event simulation berbasis Arena. Permasalahan utama berupa ketidakseimbangan antara laju kedatangan pasien dan kapasitas pelayanan yang menyebabkan antrean serta peningkatan waktu tunggu pasien. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung terhadap waktu kedatangan pasien, waktu pelayanan, jumlah resep, dan kapasitas tenaga farmasi. Analisis dilakukan menggunakan model antrean M/M/2 dengan indikator kinerja berupa waktu tunggu rata-rata, panjang antrean, dan utilisasi petugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu aktual sebesar 2,64 menit dengan utilisasi sistem sebesar 33%. Simulasi skenario penambahan satu petugas pelayanan mampu menurunkan waktu tunggu menjadi 1,59 menit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode Monte Carlo dan Arena efektif digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam meningkatkan efisiensi pelayanan farmasi.
Copyrights © 2026