Penafsiran Al-Qur’an di era kontemporer kerap diwarnai oleh berbagai pendekatan, termasuk penggunaan unsur-unsur asing (al-dakhil) yang dapat memengaruhi keotentikan tafsir. Penelitian ini mengkaji secara kritis penafsiran Ustadz Syaiful Karim terhadap Surah Al-Qari’ah, dengan fokus pada identifikasi potensi al-dakhil dalam penafsirannya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis konten terhadap ceramah Ustadz Syaiful Karim di platform YouTube, serta pembandingan dengan kitab-kitab tafsir klasik seperti Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ayi al-Qur'an karya Imam al-Thabari, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim karya Ibnu Katsir, hingga Mafatih al-Ghaib karya Fakhruddin al-Razi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ustadz Syaiful Karim terhadap Surah Al-Qari’ah didominasi oleh tafsir bi al-ra’yi (tafsir berdasarkan nalar). Beberapa indikasi al-dakhil yang teridentifikasi meliputi: Penggunaan riwayat lemah, Penafsiran isyari (simbolik) berlebihan tanpa dasar yang kuat serta Subjektivitas dalam analogi yang cenderung retoris dan emosional. Penelitian ini merekomendasikan agar penafsiran Al-Qur’an tetap berpegang pada kaidah tafsir yang mu’tabar serta lebih memperhatikan keseimbangan antara kontekstualisasi dan otentisitas.
Copyrights © 2026