Industri arsitektur global saat ini menghadapi transformasi digital melalui integrasi Building Information Modeling (BIM). Adopsi teknologi ini di Indonesia masih berada pada kisaran 30 hingga 40 persen, menciptakan kesenjangan digital yang mengancam daya saing biro arsitektur skala kecil. Biro-biro kecil sering menghadapi keterbatasan sumber daya finansial, manajerial, dan belum merumuskan model bisnis secara eksplisit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran model bisnis dalam memfasilitasi skalabilitas biro arsitektur kecil dan merumuskan peta jalan (roadmap) strategis menuju biro profesional yang berkelanjutan dengan Building Information Modelling (BIM). Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mensintesis temuan dari berbagai literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa skalabilitas dapat dicapai dengan mengubah model bisnis menjadi pengelola informasi bangunan yang terintegrasi melalui penguatan Modal Intelektual, yaitu Modal Manusia, Modal Struktural, dan Modal Relasional. Selain itu, dirumuskan peta jalan strategis dalam tiga tahapan bertahap untuk mengelola risiko investasi, mencakup pondasi digital dan kepatuhan regulasi, strukturisasi proses, hingga inovasi lanjutan untuk kepemimpinan pasar.
Copyrights © 2026