Pemanfaatan 20% limbah GGBFS sebagai pengganti semen merupakan solusi beton ramah lingkungan karena sifat pozzolaniknya dapat merapatkan mikrostruktur. Penelitian ini menguji pengaruh variasi umur perawatan (28 dan 56 hari) serta rasio tulangan (0,00872 dan 0,01310) terhadap kuat lentur balok beton bertulang dengan substitusi GGBFS 20%. Pengujian dilakukan pada balok berukuran 10 cm × 20 cm × 100 cm (FAS 0,35) menggunakan metode two-point loading yang dipantau melalui load cell, LVDT, dan strain gauge. Hasil laboratorium menunjukkan adanya fluktuasi kuat lentur dari umur 28 ke 56 hari akibat kondisi agregat kasar yang basah saat pengecoran. Melalui analisis statistik menggunakan uji Two-Way ANOVA, disimpulkan bahwa variasi umur perawatan tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai kuat lentur balok. Sebaliknya, peningkatan rasio tulangan terbukti memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik dalam mendongkrak kapasitas struktural penampang balok, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata tegangan lentur dari 22,733 MPa pada rasio 0,00872 menjadi 27,260 MPa pada rasio 0,01310. Kata kunci: Kuat Lentur, GGBFS, Balok Beton Bertulang, Rasio Tulangan, Umur Beton
Copyrights © 2026