Produksi beton dengan kandungan semen portland yang tinggi berkontribusi terhadap emisi karbon, sehingga diperlukan pemanfaatan material substitusi yang tetap mampu mempertahankan kinerja struktural. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh umur beton dan rasio tulangan terhadap daktilitas serta pola retak balok beton bertulang dengan campuran Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) 20% dan fly ash 20%. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan balok beton bertulang berukuran 100 × 10 × 20 cm dengan variasi umur 28 dan 56 hari serta rasio tulangan A1 (2Ø10) dan A2 (3Ø10). Setiap variasi terdiri atas dua benda uji, dilengkapi balok kontrol dan silinder untuk pengujian kuat tekan. Pengujian lentur dilakukan melalui pembebanan bertahap menggunakan hydraulic jack, load cell, LVDT, dan pengamatan retak visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi umur tidak berpengaruh signifikan terhadap daktilitas maupun pola retak. Sebaliknya, rasio tulangan berpengaruh signifikan terhadap daktilitas, beban retak pertama, dan jumlah retak visual akhir. Balok dengan rasio A1 menunjukkan daktilitas lebih tinggi, sedangkan rasio A2 menghasilkan Pcr lebih besar dan pola retak lebih kompleks. Secara umum, campuran GGBFS 20% dan fly ash 20% menunjukkan perilaku struktural yang sebanding dengan beton kontrol. Kata kunci: daktilitas, pola retak, balok beton bertulang, GGBFS, fly ash
Copyrights © 2026