Penelitian ini menganalisis peran perempuan pesisir dalam mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya alam di Kabupaten Buru. Ketahanan pangan di wilayah pesisir masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses, degradasi lingkungan, dan ketergantungan pada sumber pangan eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap 23 informan yang dipilih secara purposive dari lima desa di Kabupaten Buru. Data dianalisis secara tematik menggunakan perangkat lunak MAXQDA 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran dominan sebagai aktor ekologis, ekonomi, dan penjaga kearifan lokal dalam sistem ketahanan pangan rumah tangga. Perempuan tidak hanya berperan dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dalam pewarisan pengetahuan lokal serta adaptasi terhadap perubahan sosial dan lingkungan. Namun demikian, terdapat kesenjangan signifikan dalam keterlibatan perempuan pada pengambilan keputusan formal, yang menunjukkan adanya hambatan struktural dalam institusi pemerintahan lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah pesisir membutuhkan pengakuan dan penguatan peran strategis perempuan, tidak hanya pada tingkat domestik dan komunitas, tetapi juga dalam struktur kebijakan formal.
Copyrights © 2026