Lebah tanpa sengat (Meliponini) memiliki peran penting sebagai penyerbuk dan penghasil hasil hutan bukan kayu yang bernilai ekologis dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman, dominansi, dan pola distribusi lebah tanpa sengat pada berbagai tipe habitat di Desa Karangan Hilir, Kabupaten Kutai Timur. Pengamatan lapangan dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2024 di enam tipe habitat, yaitu hutan karst, hutan sekunder, kebun kakao, kebun sawit, kebun karet, dan pemukiman. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks dominansi Simpson (D), indeks kemerataan (E), dan indeks distribusi Morisita (Iδ). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 spesies dengan total 53 koloni, dengan Heterotrigona itama sebagai spesies yang paling dominan. Nilai keanekaragaman tergolong rendah pada seluruh habitat (H’ < 1), yang menunjukkan keterbatasan variasi spesies. Nilai dominansi relatif rendah, namun H. itama menunjukkan kecenderungan dominansi terutama pada habitat pemukiman. Sebagian besar spesies memiliki pola distribusi mengelompok yang mencerminkan preferensi habitat dan ketersediaan sumber daya. Hasil ini menegaskan pentingnya variasi habitat dalam membentuk struktur komunitas Meliponini serta menjadi dasar ilmiah bagi upaya konservasi dan pengembangan budidaya lebah tanpa sengat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026