Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran prinsip-prinsip komunikasi Islam sebagai instrumen pencegahan polarisasi sosial di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur primer berupa teks keagamaan serta literatur sekunder terkait media digital dan polarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur algoritma media sosial memicu fenomena echo chamber dan bias konfirmasi yang memperuncing pembelahan sosial. Untuk mengatasinya, komunikasi Islam menawarkan solusi etis berbasis Al-Qur'an. Konsep tabayyun efektif berfungsi sebagai penyaring kritis untuk memutus penyebaran disinformasi. Selain itu, kaidah qaulan sadidan, qaulan ma'rufan, dan qaulan layyinan menjadi panduan komunikasi yang jujur, santun, dan menyejukkan. Pendekatan komunikasi profetik ini mampu mentransformasikan perilaku netizen menjadi lebih bijak dan kontemplatif guna merajut kembali harmoni sosial di ruang digital.
Copyrights © 2026