Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pembinaan karakter di Ma’had Aly Al-Furqon Putri Magelang serta mengkaji peran musyrifah, organisasi mahasantri (HIMMA), santri senior, dan lingkungan asrama dalam mendukung pembentukan karakter mahasantri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan satu mudir, satu musyrifah, satu ketua HIMMA, dan dua mahasantri senior. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembinaan karakter dilaksanakan melalui pendidikan berbasis asrama selama 24 jam yang mengintegrasikan pembiasaan ibadah, keteladanan, pendampingan, pengawasan, kegiatan organisasi, dan budaya religius dalam kehidupan sehari-hari mahasantri. Musyrifah berperan sebagai pembimbing sekaligus teladan melalui pendekatan humanis dan persuasif, HIMMA berfungsi sebagai wadah pengembangan kepemimpinan dan tanggung jawab, sedangkan santri senior berperan sebagai teladan sosial dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter. Keberhasilan sistem pembinaan didukung oleh lingkungan pesantren yang religius, konsistensi pembiasaan kegiatan, keteladanan pendidik, keterlibatan organisasi, serta kesadaran diri mahasantri. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang mahasantri, kejenuhan akibat padatnya aktivitas, pengaruh media sosial, dan keterbatasan intensitas pendampingan. Secara keseluruhan, sistem pembinaan tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kematangan sosial mahasantri.
Copyrights © 2026