Latar Belakang: Leptospirosis merupakan masalah kesehatan kerja yang penting di lingkungan pelabuhan perikanan. Surveilans vektor menunjukkan 50% tikus di PPN Palabuhanratu positif Leptospira, sementara kajian epidemiologi berbasis risiko pada pekerja di lokasi ini belum tersedia sebagai dasar intervensi pencegahan yang kontekstual.Metode: Penelitian cross-sectional melibatkan 216 pekerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dinilai menggunakan Leptospirosis Occupational Risk Score (LORS), dianalisis dengan uji chi-square dan regresi logistik multivariat.Hasil:. Terdapat hubungan antara tingkat risiko leptospirosis dengan jenis kelamin (0,001), tingkat pendidikan (0,001), jenis pekerjaan (0,001), riwayat luka terbuka (0,001), pengetahuan (0,002), dan sikap pencegahan (0,001). Analisis multivariat mengidentifikasi bahwa pendidikan rendah (OR=10,83) sebagai prediktor dominan tingkat risiko leptospirosis tinggi.Kesimpulan: Tingkat risiko leptospirosis pada pekerja pelabuhan perikanan dipengaruhi oleh kombinasi faktor demografis, pekerjaan, dan perilaku. Penguatan perlindungan kerja, manajemen luka, dan edukasi kesehatan yang terarah diperlukan untuk menurunkan risiko paparan.
Copyrights © 2026