Latar Belakang: Data UPTD Puskesmas Tempuran menunjukkan peningkatan kasus preeklamsia dari 37 kasus pada tahun 2022 menjadi 45 kasus pada tahun 2023, sementara kajian berbasis faktor risiko maternal di fasilitas ini belum tersedia sebagai dasar skrining yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko maternal yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia di Puskesmas Tempuran tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain case-control dengan 128 responden (64 kasus, 64 kontrol). Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner terstruktur, dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat.Hasil: Hipertensi kronik merupakan faktor risiko paling dominan (OR=3,090; p=0,001). Riwayat preeklamsia sebelumnya menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian preeklamsia (p=0,037). Variabel pasangan baru, usia ibu, obesitas, dan mean arterial pressure tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik.Kesimpulan: Hipertensi kronik merupakan faktor risiko utama preeklamsia. Penguatan Antenatal Care secara terpadu diperlukan untuk mendukung deteksi dini dan penatalaksanaan preeklamsia secara optimal.
Copyrights © 2026