Latar Belakang: Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi di Indonesia mencapai 23%.Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain case control retrospektif melibatkan 174 responden (87 kasus anemia dan 87 kontrol) siswa kelas 7 SMP N 7 Purwokerto. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi meliputi konsumsi fast food, gangguan menstruasi, kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah, dukungan keluarga, pengetahuan gizi, dan status gizi. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda.Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara konsumsi fast food (p=0,001) dan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah (p=0,008) dengan kejadian anemia. Tidak terdapat hubungan signifikan pada variabel gangguan menstruasi (p=0,168), dukungan keluarga (p=0,284), pengetahuan gizi (p=0,171), dan status gizi (p=0,534). Analisis multivariat menunjukkan konsumsi fast food dan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah merupakan faktor paling dominan.Kesimpulan: Konsumsi fast food dan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah menjadi determinan utama kejadian anemia pada remaja di SMP N 7 Purwokerto, memerlukan intervensi edukasi gizi dan peningkatan program suplementasi.
Copyrights © 2026