Latar Belakang: Nyeri persalinan kala I fase aktif sering dialami oleh ibu primigravida akibat kontraksi uterus dan dilatasi serviks. Nyeri yang tidak terkontrol dapat meningkatkan kecemasan, ketegangan otot, dan ketidaknyamanan selama persalinan. Berbagai metode non-farmakologis telah digunakan untuk membantu mengurangi nyeri persalinan, namun penggunaan terapi shiatsu dalam pelayanan kebidanan masih belum banyak diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi shiatsu terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan nonequivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 80 ibu primigravida yang dibagi menjadi 40 responden kelompok intervensi dan 40 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi shiatsu, sedangkan kelompok kontrol diberikan teknik relaksasi pernapasan. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dan Wilcoxon.Hasil: Rerata skor nyeri pada kelompok intervensi menurun dari 5,20 menjadi 2,08 satu jam setelah terapi shiatsu, sedangkan kelompok kontrol menurun dari 5,03 menjadi 3,65. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000).Kesimpulan: Terapi shiatsu berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida dan dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang aman dalam pelayanan kebidanan.
Copyrights © 2026