Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi keuangan syariah dalam mendorong penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di kalangan mahasiswa dengan kepercayaan digital sebagai variabel mediasi, sekaligus menelaah dampak ancaman kejahatan siber terhadap kepercayaan digital mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, melibatkan 248 responden mahasiswa aktif di Indonesia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur berbasis skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan digital mahasiswa (β = 0,423; p < 0,001); (2) persepsi risiko kejahatan siber berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepercayaan digital (β = -0,287; p < 0,001); (3) kepercayaan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan QRIS (β = 0,351; p < 0,001); serta (4) kepercayaan digital memediasi secara parsial hubungan antara literasi keuangan syariah dan penggunaan QRIS. Temuan ini mengindikasikan pentingnya integrasi edukasi literasi keuangan syariah berbasis digital dalam program pemberdayaan mahasiswa guna memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan aman.
Copyrights © 2026