Mahasiswa penerima beasiswa KIP-K menghadapi berbagai tuntutan akademik dan non-akademik yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, khususnya bagi mereka yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika tekanan akademik dan organisasi, beban moral sebagai penerima beasiswa, serta strategi koping yang digunakan oleh mahasiswa penerima KIP-K yang aktif berorganisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur terhadap enam mahasiswa penerima KIP-K semester 3–5 yang aktif dalam organisasi internal maupun eksternal universitas, dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik dan organisasi dipersepsi sebagai pengalaman yang saling beririsan, diperkuat oleh beban moral untuk mempertahankan prestasi akademik sebagai bentuk tanggung jawab atas beasiswa yang diterima. Mahasiswa mengembangkan berbagai strategi koping, baik berfokus pada masalah maupun emosi, yang dipengaruhi oleh pemaknaan pribadi, dukungan sosial, dan konteks organisasi. Secara teoretis, temuan ini memperkaya kajian stres dan koping dengan menekankan peran beban moral dan konteks struktural beasiswa dalam membentuk pengalaman stres mahasiswa. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan dukungan psikologis dan kebijakan pendampingan mahasiswa penerima beasiswa.
Copyrights © 2026