Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan ketidaknyamanan termal di koridor Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, yang merupakan kawasan bersejarah dan destinasi wisata urban populer. Peningkatan aktivitas wisata dan pejalan kaki tidak didukung oleh desain jalur pejalan kaki yang responsif terhadap iklim tropis. Kurangnya elemen peneduh, dominasi material keras yang menyerap panas, serta emisi kendaraan memicu paparan panas berlebih yang menurunkan kualitas lingkungan fisik serta kenyamanan pengunjung. Melalui pendekatan Thermal Humidity Index (THI), penelitian ini mengkaji dan menilai tingkat kenyamanan termal di Koridor Jalan Basuki Rahmat. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengukuran langsung kelembapan dan suhu udara pada delapan titik pengukuran di tiga waktu berbeda dalam sehari. Nilai Thermal Humidity Index di Koridor Jalan Basuki Rahmat secara keseluruhan dikategorikan tidak nyaman. Nilai rata-rata THI tercatat sebesar 27,3 pada pagi hari, meningkat signifikan menjadi 29,8 pada siang hari, dan berada di angka 28,0 pada sore hari. Ketidaknyamanan ini dipicu oleh tingginya radiasi matahari langsung dan orientasi jalan memanjang utara-selatan yang menyebabkan elemen shading tidak berfungsi optimal. Sebaliknya, area dengan vegetasi bertajuk lebar terbukti lebih efektif dalam menurunkan suhu melalui proses evapotranspirasi. Kata kunci: kenyamanan termal, thermal humidity index, koridor jalan.
Copyrights © 2026