Latar Belakang: Keracunan makanan akibat sanitasi buruk menjadi ancaman serius, terutama seiring implementasi program makan bergizi gratis yang memerlukan mitigasi risiko keamanan pangan secara ketat. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi epidemiologi kejadian keracunan di Kabupaten Kuningan serta mengevaluasi efektivitas edukasi keamanan pangan pada siswa guna mendukung keberlanjutan program tersebut.Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed-methods). Analisis epidemiologi deskriptif dilakukan pada data sekunder laporan investigasi dan hasil laboratorium, sedangkan desain kuasi-eksperimental (one group pre-post test) digunakan untuk mengukur dampak edukasi melalui kuesioner terstruktur.Hasil: Investigasi epidemiologi mengidentifikasi faktor risiko utama keracunan makanan dengan OR=12,137 (p=0,022). Hasil laboratorium mengonfirmasi kontaminasi Bacillus cereus yang dikaitkan dengan sanitasi buruk. Terdapat perbedaan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap secara signifikan (p < 0,001).Kesimpulan: Kontaminasi bakteri pada menu protein hewani menjadi penyebab utama wabah. Edukasi keamanan pangan berkelanjutan dan pengawasan sanitasi ketat di sekolah sangat mendesak untuk diterapkan sebagai langkah preventif.
Copyrights © 2026