Latar Belakang: Penelitian di SMK Farmasi BPN Kota Tasikmalaya menunjukkan 47% siswa memiliki penggunaan skincare tinggi meskipun mengetahui risikonya, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku. Faktor-faktor tersebut diduga memengaruhi perilaku ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan paparan konten influencer, self esteem, dan pemahaman pengawasan BPOM dengan perilaku penggunaan kosmetik pada remaja di Kabupaten Kuningan. Metode: Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa SMAN 1 Ciawigebang dan SMAN 1 Garawangi dengan total 2.581 orang. Pemilihan sampel dilakukan melalui random sampling, diperoleh 352 responden. Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji Rank Spearman.Hasil: Sebagian besar responden berada pada kategori sedang hingga baik pada paparan konten influencer, self-esteem, pemahaman pengawasan BPOM, dan perilaku penggunaan kosmetik. Terdapat hubungan antara paparan konten influencer (p = 0,000), self-esteem (p = 0,000), dan pemahaman pengawasan BPOM (p = 0,000) dengan perilaku penggunaan kosmetik.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara paparan konten influencer, self-esteem, dan pengetahuan pengawasan BPOM dengan perilaku penggunaan kosmetik
Copyrights © 2026