Latar Belakang: Tahun 2025 Kabupaten Sikka mencatat 1.169 kasus gangguan jiwa berat, sebagian besar pada usia 15–59 tahun. Tahun 2024, terdapat lima kasus bunuh diri dengan cara gantung diri pada remaja di wilayah yang sama dan sampai sekarang belum dilakukan evaluasi program Kesehatan jiwa. Penelitian bertujuan menganalisis program pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa serta mengidentifikasi faktor dan hambatan yang mempengaruhi pencapaian target program tersebut.Metode: penelitian observasional, metode mixed method. Analisis data deskriptif menggunakan kombinasi model evaluasi CIPP dan konsep logic model.Hasil: Kabupaten Sikka hanya memiliki 2 psikiater dan tidak ada psikolog di puskesmas. Faktor pemicu masalah ini adalah minimnya pelatihan petugas (10 dari 25 orang), nihilnya diseminasi laporan berkala, rendahnya status ekonomi warga tanpa asuransi, serta buruknya monitoring kabupaten ke Puskesmas (20%). Alhasil, implementasi program kesehatan jiwa belum mencapai target standar pelayanan minimum (32,6%).Kesimpulan: Tantangan pelaksanaan program kesehatan jiwa: sumber daya, pengawasan kesehatan, motivasi diri, asuransi kesehatan, dan pengawasan. Dukungan masyarakat dan penguatan layanan dapat meningkatkan keberlanjutan program
Copyrights © 2026