Efisieni penggunaan tempat tidur dapat diketahui melalui beberapa indikator menggunakan perhitungan Barber Johnson. Grafik barber johnson merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur dengan memanfaatkan empat parameter yang melipui Bed Occupancy Rate (BOR), Length of Stay (LOS), Turn Over Interval (TOI) dan Bed Turn Over (BTO).Penurunan pada salah satu indikator dapat menurunkan kualitas rumah sakit, termasuk mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksi kebutuhan tempat tidur di Rumah Sakit Bantuan 05.08.03 Sidoarjo untuk tahun 2024-2026 berdasarkan indikator Barber Johnson. Data yang digunakan untuk pengumpilan data yaitu data sekunder hasil data rekapitulasi, microsoft excel digunakan untuk membuat grafik barber Johnson, tabel bantu untuk mencatat hari perawatan, pasien keluar (hidup+mati), dan tempat tidur. Analisis dilakukan dengan metode peramalan least square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator Barber Johnson belum memenuhi standar pada BOR tahun 2021-2023 dan ALOS tahun 2021-2022, namun telah memenuhi standar pada tahun 2023. Nilai TOI dan BTO pada tahun 2021-2023 sudah sesuai standar Barber Johnson. Prediksi untuk tahun 2024-2026 menunjukkan penurunan dalam jumlah kunjungan pasien rawat inap dan hari perawatan. Untuk memenuhi kebutuhan tempat tidur, tahun 2024 akan memerlukan tambahan 3 unit, tahun 2025 tambahan 31 unit, dan tahun 2026 tambahan 28 unit.
Copyrights © 2026