Penelitian ini menganalisis komponen 4A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Layanan Pendukung) di Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan Kota Padang dari perspektif pengunjung Generasi Z, yang tren kunjungannya berfluktuasi dan mengindikasikan ketidakstabilan minat terhadap museum. Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan dengan melibatkan 142 responden Generasi Z berusia 18–30 tahun yang dipilih melalui simple random sampling dari populasi sebanyak 1.046 pengunjung. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta pengujian model pengukuran PLS-SEM dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik wisata museum secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,68. Atraksi memperoleh skor tertinggi (mean = 3,88), diikuti oleh Aksesibilitas dan Amenitas (mean = 3,79), keduanya berkategori tinggi. Layanan Pendukung memperoleh skor terendah (mean = 3,26) berkategori cukup, dengan standar deviasi tertinggi (1,11) yang mengindikasikan ketidakkonsistenan kualitas layanan. Pengujian model pengukuran mengonfirmasi bahwa seluruh indikator memenuhi kriteria validitas konvergen (outer loading 0,678–0,911; AVE > 0,50) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha dan Composite Reliability > 0,70). Temuan ini menegaskan bahwa penguatan layanan pendukung melalui digitalisasi informasi dan promosi berbasis media sosial merupakan prioritas strategis dalam mempertahankan keterlibatan Generasi Z.
Copyrights © 2026