Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut perubahan paradigma pembelajaran dari pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered learning) menuju pendekatan yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), perubahan tersebut menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta penguatan karakter religius peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, urgensi, serta implementasi transformasi desain pembelajaran PAI dari paradigma teacher-centered menuju student-centered learning. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal ilmiah, regulasi pendidikan, dan dokumen pendukung lainnya yang relevan dengan desain pembelajaran PAI dan pendekatan student-centered learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi desain pembelajaran PAI menuntut perubahan pada peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing belajar; pengembangan strategi pembelajaran aktif; pemanfaatan teknologi pendidikan; serta penerapan asesmen autentik yang berorientasi pada proses dan hasil belajar peserta didik. Implementasi pendekatan student-centered learning dalam pembelajaran PAI terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif, kemandirian belajar, kemampuan berpikir kritis, dan internalisasi nilai-nilai Islam secara lebih bermakna. Oleh karena itu, transformasi desain pembelajaran PAI menjadi kebutuhan strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman dan karakteristik generasi peserta didik masa kini.
Copyrights © 2026