Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) memiliki nilai gizi dan ekonomi yang tinggi, tetapi produktivitasnya di wilayah tropis seringkali tidak stabil karena penurunan kualitas tanah dan penggunaan pupuk yang tidak seimbang. Penggunaan pupuk kandang pada berbagai tipe tanah berpotensi meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK) tersarang 2×3 dengan empat ulangan (72 unit) untuk mengevaluasi kombinasi dua jenis tanah (Inceptisol, Entisol) dan tiga jenis pupuk kandang (sapi, kambing, ayam). Parameter yang diukur meliputi pH tanah, kandungan N-total, C-organik, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan berat basah pada umur 4 MST. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nutrisi tanah pada semua perlakuan. Kombinasi tanah Entisol dengan pupuk kambing memberikan hasil terbaik pada fase pertumbuhan vegetatif cepat, khususnya dari segi tinggi dan jumlah daun, serta menghasilkan berat basah tertinggi pada 4 MST. Di tanah Inceptisol, pupuk kambing juga menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan pupuk sapi dan ayam. Entisol, yang umumnya bertekstur lebih kasar, KTK rendah, dan termasuk tanah muda, mendapat manfaat dari penambahan bahan organik yang meningkatkan kadar C-organik, kapasitas menahan air, dan retensi kation, sedangkan pupuk kambing memberikan pelepasan nitrogen dan kalium secara bertahap yang sesuai dengan kebutuhan bayam merah yang tumbuh singkat. Penelitian ini menyarankan penggunaan pupuk kambing sebagai pilihan utama pupuk organik pada tanah Entisol; pupuk ayam dapat digunakan jika telah matang atau terkompos dengan baik, dan pupuk sapi lebih cocok sebagai bahan pembenah struktur tanah untuk efek jangka menengah.
Copyrights © 2026