Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian pedesaan, namun petani sering menghadapi permasalahan ketidakefisienan saluran pemasaran yang berdampak pada rendahnya harga yang diterima. Kondisi ini juga dialami oleh petani merica di Desa Lappa Upang yang memiliki potensi produksi cukup tinggi, tetapi belum diimbangi dengan sistem pemasaran yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi saluran pemasaran komoditas merica dengan menekankan pada karakteristik lokal rantai distribusi yang melibatkan banyak perantara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 258 petani, dengan sampel sebanyak 39 petani merica yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Indikator yang diukur meliputi margin pemasaran, farmer’s share, dan tingkat efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pola saluran pemasaran, yaitu: (1) petani → pedagang besar I → pedagang besar II → konsumen; (2) petani → pedagang pengumpul → pedagang besar I → pedagang besar II → konsumen; dan (3) petani → pedagang pengumpul → pedagang besar → pedagang pengecer → konsumen. Analisis menunjukkan bahwa saluran I merupakan saluran paling efisien dengan tingkat efisiensi sebesar 60,00%, karena memiliki rantai distribusi yang lebih pendek sehingga mampu meningkatkan bagian harga yang diterima petani. Temuan ini menegaskan pentingnya penyederhanaan saluran pemasaran untuk meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya pada komoditas merica di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026