Latar Belakang: Lorem Perkembangan motorik halus penting bagi kesiapan belajar dan kemandirian anak prasekolah. Montessori Play dan permainan tradisional sering digunakan untuk meningkatkan motorik halus, namun penelitian yang membandingkan kedua metode tersebut pada anak prasekolah di Indonesia masih terbatas.Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen komparatif pretest-posttest pada dua kelompok intervensi dengan 60 anak prasekolah yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran menggunakan Denver II dan dianalisis dengan uji Wilcoxon serta Mann-Whitney.Hasil: Montessori Play meningkatkan skor motorik halus dari 2,83 menjadi 3,37 (p=0,000), sedangkan permainan tradisional meningkat dari 2,47 menjadi 2,83 (p=0,005). Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p=0,010), dengan Montessori Play menunjukkan hasil yang lebih baik.Kesimpulan: Montessori Play lebih efektif dibandingkan permainan tradisional dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak prasekolah karena memberikan stimulasi yang lebih terstruktur.
Copyrights © 2026