Latar Belakang: Penelitian mengenai faktor risiko dispepsia pada populasi pekerja di Indonesia masih terbatas, terutama yang mengkaji faktor gaya hidup, pola makan, stres kerja, dan karakteristik individu secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia pada pekerja.Metode: Penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pekerja, sampel yang digunakan yaitu 140 responden.Hasil: Hasil uji Rank Spearman, terdapat hubungan antara pola makan (p-value 0,002), kebiasaan merokok (p-value 0,014), konsumsi kafein (p-value 0,002), tingkat stres (p-value 0,000), pengetahuan (p-value 0,000), serta ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan (p-value 0,005) dengan kejadian dispepsia pada pekerja di PT. Shoetown Kasokandel Indonesia tahun 2025. Di antara variabel tersebut, tingkat stres merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dispepsia (OR = 7,052).Kesimpulan: Mengadakan program edukasi kesehatan, skrining dan deteksi dini serta dapat bekerja sama dengan lintas sektor seperti dalam bidang makanan atau minuman untuk mengampanyekan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang.
Copyrights © 2026