Latar Belakang: Gagal tumbuh pada bayi merupakan masalah gizi yang meningkatkan risiko Stunting. Meskipun program pencegahan Stunting telah dilaksanakan, kasus Stunting masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Limusnunggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dan pengetahuan dengan kejadian Stunting pada balita.Metode: Desain menggunakan cross-sectional. Sampel adalah orang tua dengan anak balita sejumlah 260 responden menggunakan cluster random sampling. Intrumen menggunakan kuesioner pengetahuan dengan skala guttman dan Parental Feeding Style yang telah teruji valid serta reliabel. Analisa data menggunakan chi kuadrat.Hasil: Sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis yaitu 211 orang (81,2%), berpengetahuan cukup yaitu 170 orang (65,4%), dan memiliki bayi tidak Stunting yaitu 209 orang (80,4%). Terdapat hubungan pola asuh (p = 0,031) dan pengetahuan (p = < 0,001) dengan kejadian Stunting pada balita.Kesimpulan: Terdapat hubungan pola asuh orang tua dan pengetahuan dengan kejadian Stunting pada balita. Perlu dilakukan edukasi kesehatan dan penguatan praktik pengasuhan untuk mendukung pencegahan Stunting.
Copyrights © 2026