PT. SP merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi semen. Persoalan yang sedang dihadapi PT. SP, khususnya pada bagian ID V, adalah tingginya konsumsi energi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefisienkan pemakaian sumber daya yang ada, merumuskan tingkatan prioritas yang ingin diraih, dan menelaah seberapa peka solusi optimum yang dihasilkan terhadap perubahan. Untuk menjawab persoalan tersebut, digunakanlah Metode Goal Programming, sebuah teknik dalam pemrograman linier yang memang dikhususkan bagi penyelesaian masalah linier yang memuat lebih dari satu fungsi tujuan secara bersamaan. Dari hasil pengolahan data, diperoleh bahwa perusahaan dapat menghasilkan produksi paling tinggi sebanyak 2.478.359,22 ton, yang berarti meningkat 0,49% dari kondisi sebelumnya. Pada sisi bahan baku, jumlah minimum yang dibutuhkan tercatat 3.788.878,26 ton dengan kenaikan sebesar 0,69%. Sementara itu, kebutuhan energi listrik paling sedikit berada pada angka 95.057.312,87 kWh atau berkurang 0,38%, kebutuhan energi batu bara paling sedikit sebesar 482.770,44 ton yang justru naik cukup besar yaitu 19,91%, dan kebutuhan energi solar berada pada 1.360.575,12 liter dengan penurunan 4,32%. Berdasarkan capaian tersebut, seluruh prioritas sasaran dinyatakan tercapai, baik dalam hal memaksimalkan volume produksi maupun menekan pemakaian bahan baku, energi listrik, energi batu bara, dan energi solar seminimal mungkin. Lebih lanjut, hasil kajian juga menunjukkan bahwa rentang sensitivitas terhadap nilai kuantitas pembatas merupakan batas di mana nilai shadow price masih dianggap berlaku. Begitu nilainya melampaui ambang atas rentang tersebut (increase) ataupun jatuh di bawah ambang bawahnya (decrease), nilai shadow price pun ikut bergeser.
Copyrights © 2026