Budaya merupakan bagian penting dari identitas suatu masyarakat yang mengandung nilai, norma, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, perkembangan zaman, modernisasi, dan globalisasi telah memengaruhi keberlangsungan berbagai tradisi, termasuk perubahan makna yang terkandung di dalamnya. Salah satu budaya yang mengalami dinamika tersebut adalah Ma'pasilaga Tedong, tradisi adu kerbau masyarakat Toraja yang menjadi bagian dari rangkaian upacara Rambu Solo'. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran makna budaya Ma'pasilaga Tedong serta mengkajinya dalam perspektif teologi Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma'pasilaga Tedong pada awalnya mengandung nilai solidaritas, kebersamaan, penghormatan kepada keluarga, dan identitas budaya masyarakat Toraja. Namun, seiring perkembangan sosial, tradisi ini mengalami pergeseran makna menjadi tontonan, ajang prestise, kepentingan ekonomi, dan daya tarik pariwisata. Dalam perspektif teologi Kristen, budaya dipandang sebagai anugerah Allah yang patut dihargai, tetapi setiap praktik budaya perlu diuji berdasarkan firman Tuhan. Oleh karena itu, nilai-nilai budaya yang selaras dengan kasih, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sesama perlu dipertahankan, sedangkan unsur-unsur yang bertentangan dengan nilai Injil perlu dikritisi agar pelestarian budaya tetap sejalan dengan iman Kristen.
Copyrights © 2026