Sejak awal 2000-an, perdagangan bebas di Asia meningkat pesat seiring dengan meluasnya perjanjian perdagangan regional (RTA) yang mendorong integrasi ekonomi kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi struktur, perilaku, dan kinerja industri mentega kakao Indonesia di pasar ASEAN+6, serta mengidentifikasi determinan utama yang memengaruhi perdagangan komoditas ini. Metode yang digunakan mencakup analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan Structure–Conduct–Performance (SCP), pengukuran indeks Intra-Industry Trade (IIT), serta estimasi gravity model menggunakan regresi data panel Pooled OLS dan Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) dengan time effect. Hasil menunjukkan bahwa pasar mentega kakao Indonesia bersifat oligopoli dengan CR4 dan MES di atas 60%. Nilai IIT rata-rata hanya 9,6, menandakan integrasi lemah. Tiga variabel dummy FTA, PDB mitra dagang, nilai tukar, serta variabel geospasial seperti landlocked dan border berpengaruh signifikan terhadap arus perdagangan. Efek perdagangan menunjukkan adanya trade creation pasca-implementasi FTA. Model time effect PPML mengonfirmasi bahwa pasar ekspor mentega kakao Indonesia mengalami perluasan jangka panjang (market overspace dan overtime), memperkuat peran FTA dalam membentuk perdagangan dua arah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di kawasan ASEAN+6.
Copyrights © 2026