Biokomposit berbasis kitosan dan pati sukun merupakan material alternatif yang menjanjikan untuk aplikasi pembalut luka primer karena sifatnya yang biokompatibel, biodegradable, dan memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik biokomposit kitosan–pati sukun dengan penambahan bahan aditif pektin, dalam berbagai konsentrasi (2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%). Formulasi dilakukan dengan mencampurkan larutan kitosan dan pati sukun dalam perbandingan 1:1, kemudian ditambahkan bahan aditif sesuai variasi, dicetak, dan dikeringkan. Evaluasi dilakukan terhadap parameter fisik dan kimia, meliputi daya serap (absorpsi), daya mengembang (swelling), ketebalan, kuat tarik, elongasi, gugus fungsi (FTIR), serta aktivitas antibakteri menggunakan metode colony counter. Hasil menunjukkan bahwa penambahan pektin pada konsentrasi yang sama menghasilkan swelling sebesar 406,38% dan absorpsi sebesar 382,95%. Uji FTIR mengidentifikasi gugus –OH, –COO⁻, dan C–O–C yang berperan dalam pembentukan jaringan polimer dan sifat hidrofilik biokomposit. Aktivitas antibakteri tertinggi ditunjukkan oleh biokomposit dengan pektin 6% (12 count). Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pectin efektif dalam meningkatkan sifat fungsional biokomposit, menjadikannya kandidat unggul untuk pembalut luka primer yang ramah lingkungan dan efektif secara terapeutik.
Copyrights © 2026