Korosi merupakan proses kerusakan logam akibat interaksi dengan lingkungan korosif yang dapat menyebabkan penurunan nilai mutu dan fungsi material. Analisa ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) sebagai inhibitor korosi alami pada baja karbon rendah tipe ST 41. Uji dilakukan menggunakan metode perendaman dalam larutan NaCl 3,5% yang ditambahkan inhibitor dengan variasi konsentrasi 0,12; 0,14; 0,16; dan 0,18 g/ml, serta waktu perendaman selama 8, 12, 16, dan 20 hari. Laju korosi diukur menggunakan metode kehilangan berat (weight loss). Hasil analisa menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi inhibitor dan lamanya waktu perendaman secara signifikan menurunkan laju korosi. Penurunan ini disebabkan oleh terbentuknya lapisan pasif protektif di permukaan baja. Efisiensi tertinggi tercapai pada konsentrasi 0,18 g/ml selama 20 hari, dengan laju korosi sebesar 64,63 mpy dan efisiensi inhibisi 57,74%. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor berpotensi sebagai bahan ramah lingkungan untuk menghambat korosi logam.
Copyrights © 2026